Posted by: Indonesian Children | February 8, 2010

Generasi anak bebas AIDS dapat terwujud

Generasi anak bebas AIDS dapat terwujud

Carole Leach-Lemens

Generasi anak bebas AIDS adalah mungkin. Hal itu berdasarkan laporan Anak dan AIDS, Fourth Stocktaking Report yang diterbitkan oleh UNICEF bekerja sama UNAIDS, WHO dan UNFPA. Namun, penulis mencatat bahwa dunia belum berada di jalur yang tepat untuk menuju sasaran pencegahan, pengobatan dan dukungan.

Himbauan untuk segera bertindak, mereka mendesak bahwa pada kondisi ekonomi yang tidak menentu ini, sasaran jangka panjang akan tetap diperhatikan dan komitmen jangka pendek akan terpenuhi apabila ibu, anak dan remaja memiliki kesempatan untuk hidup dan bertumbuh sehat di dunia yang bebas dari AIDS. “Untuk menempatkan dana HIV dan AIDS secara bijak di tingkat negeri kita harus ‘memahami epidemi’, bagaimana menanggapi secara tepat dan biaya terkait tanggapan tersebut, serta bagaimana tanggapan tersebut mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak,” kata UNICEF.

Pada 2005 UNICEF, UNAIDS dan mitra lain meluncurkan program Bersatu untuk Anak, Bersatu melawan AIDS, (Unite for Children, Unite against AIDS) untuk memusatkan perhatian dan sumber daya khusus untuk anak sebagai inti dari tanggapan dunia. Kemitraan itu sudah menerbitkan laporan data tahunan untuk melacak kemajuan menuju sasaran akses universal pada pencegahan, pengobatan dan dukungan.

Intervensi termasuk diagnosis dan terapi antiretroviral (ART) untuk bayi sejak dini untuk pencegahan penularan dari ibu-ke-bayi (prevention of mother-to-child transmission/PMTCT) sekarang adalah bagian dari tanggapan dunia dan sudah membantu menyelamatkan dan memperbaiki mutu hidup. Namun, kemajuan tetap belum seimbang dan tidak adil antara cakupan layanan dan akses.

Laporan menyoroti kebutuhan untuk penguatan sistem – kesehatan, politik, hukum dan kesejahteraan sosial – mengkaitkannya dengan komunitas untuk meningkatkan pemberian dan peningkatan intervensi HIV/AIDS.

Laporan tahunan keempat meneliti kemajuan yang dibuat pada tanggapan dunia terhadap anak dalam empat bidang program yang disebut ‘Empat P’:

Menurut UNICEF, kurang lebih 5,9 miliar dolar AS dibutuhkan per tahun untuk memenuhi kebutuhan perempuan, anak dan remaja agar mencapai sasaran ‘Empat P’.

Kemajuan menuju sasaran akses, pada hari jadi ke-20 Konvensi Hak-hak Anak, diteliti berdasarkan sudut pandang layanan dan pengobatan baku bagi semua yang memastikan anak dan keluarga yang paling berisiko dan rentan tidak terlewatkan.

PMTCT

19 negara (dari 192 negara anggota PBB) mencapai sasaran United Nations General Assembly Special Session on HIV/AIDS (UNGASS) untuk menjangkau 80% ibu hamil yang hidup dengan HIV dengan terapi antiretroviral (ART) untuk mencegah penularan HIV pada bayinya pada 2008.

Pada 2008, 45% ibu hamil yang HIV-positif menerima ART untuk mencegah penularan virus kepada bayinya. Sementara jumlah ibu yang terjangkau hampir dua kali lipat sejak 2006, hanya 21% di antaranya yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, menjalani tes HIV pada 2008.

Rata-rata di negara berpenghasilan rendah dan menengah, 32% bayi yang lahir dari ibu HIV-positif diberi profilaksis ARV sebagai PMTCT saat kelahiran, meningkat dari 20% pada 2007 dan 18% pada 2006. Angka itu beragam dari yang rendah 10% di Afrika Barat dan Tengah, 20% di Asia Selatan, 40% di wilayah Timur dan Selatan Afrika, hingga 54% di Amerika Latin dan Karibia.

Sementara telah ada banyak kemajuan, hanya sedikit ibu hamil yang memakai ART untuk kesehatannya sendiri dan sebagian besar ibu hamil dan anak tidak memiliki akses pada layanan PMTCT yang baku.

Pendekatan strategik untuk peningkatan PMTCT berdasarkan bukti terbukti berhasil di rangkaian terbatas sumber daya termasuk: desentralisasi, penguatan sistem kesehatan dan penggabungan layanan ibu, bayi dan anak, peningkatan pemberian layanan secara inovatif (misalnya, penggunaan teknologi yang dapat dibawa dan sepeda motor) serta menjadikan intervensi berbasis komunitas sebagai bagian dari rencana peningkatan nasional.

Layanan dan pengobatan HIV pediatrik

Pada 2008, sejumlah kurang lebih 275.000 (38%) anak berusia di bawah 15 tahun yang membutuhkan ART, mendapatkannya. Tes lebih dini dan ART segera pada bayi adalah penting, karena bukti memberi kesan bahwa kematian terkait AIDS adalah tertinggi pada bayi berusia dua hingga tiga bulan. Namun, akses yang lebih baik pada diagnosis lebih dini pada bayi, tes DNA dengan contoh darah kering tidak langsung berarti akses pada pengobatan yang menyelamatkan jiwa. Penelitian oleh Clinton Foundation di delapan negara mengungkapkan kurang lebih 53% mangkir di antara ibu dan anak setelah dites positif (setelah kelahiran).

Profilaksis kotrimoksazole adalah intervensi yang menyelamatkan jiwa apabila dimulai pada anak yang terpajan HIV dalam usia dua bulan, dan sangat efektif biaya. Namun, jangkauan di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2008 hanya 8%, meningkat dari 4% pada 2007.

Mencegah infeksi HIV pada remaja dan pemuda

Anak muda (berusia 15-24 tahun) mewakili 45% infeksi HIV baru pada orang dewasa. Dari kurang lebih 4,9 juta anak muda dengan HIV 60% tinggal di Afrika wilayah Timur dan Selatan sementara 23% tinggal di Afrika Barat dan Tengah. Remaja putri adalah yang terutama rentan apabila dikaitkan secara budaya dan ekonomi yang menempatkan mereka sebagai orang yang berisiko tinggi terhadap pajanan HIV. Remaja putri menyokong hampir 75% infeksi HIV pada remaja di Afrika sub-Sahara. Di Asia Selatan, Amerika Latin dan Karibia lebih banyak remaja laki-laki daripada remaja putri yang menjadi terinfeksi, karena pola epidemi HIV yang terpusat, sebagian besar di antara pengguna narkoba suntikan (penasun) dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).

Di seluruh wilayah, diskriminasi jender dan kekerasan terkait jender membatasi akses pada layanan dan mengurangi kemampuan orang untuk membuat pilihan pada pengurangan risiko.

LSL, pekerja seks komersial (PSK) dan penasun semuanya menghadapi berbagai hambatan untuk mengakses layanan.

Memahami epidemi di tingkat lokal agar mampu merancang dan membuat intervensi yang menangani perilaku yang terpinggirkan serta membuat remaja berisiko terhadap infeksi HIV adalah mendasar. Walaupun kemungkinan risiko infeksi HIV pada remaja putri yang bersekolah adalah lebih rendah, tidak ada bukti yang menunjukkan bagaimana sekolah dimanfaatkan secara efektif untuk mengurangi risiko HIV dalam kerangka kerja nasional. Perlindungan, perawatan dan dukungan untuk anak yang terdampak oleh HIV dan AIDS

Median 12% rumah tangga yang merawat yatim piatu atau anak yang rentan pada 2008, menerima segala bentuk dukungan mendasar dari pihak luar. Kondisi ekonomi saat ini menambah tekanan pada kemiskinan yang mempengaruhi kesejahteraan anak yang terdampak oleh HIV.

Laporan menyoroti bagaimana perlindungan sosial yang peka terhadap anak adalah intervensi kunci untuk menjangkau anak yang terdampak oleh AIDS, dan termasuk: pengiriman sumbangan (tunai dan sumbangan sejenis serta kupon), asuransi sosial, layanan sosial dan kebijakan sosial serta undang-undang yang dirancang peka terhadap AIDS.

Pemantauan dan penilaian program

Program berbasis bukti yang menunjukkan apa yang berhasil (atau apa yang tidak berhasil) dan bagaimana menjadikan perbaikan sebagai kunci pada peningkatan. Pemantauan dan penilaian program PMTCT dan program HIV pediatrik harus seimbang dengan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan pelaksanaan program.

Himbauan untuk tindakan

Untuk ibu, anak dan remaja agar memiliki kesempatan hidup dan bertumbuh sehat di dunia yang bebas AIDS, ada sepuluh prioritas, kata UNICEF: Mempercepat peningkatan layanan PMTCT dan diagnosis bayi lebih dini untuk mendorong pemberantasan penularan HIV pada anak.

Secara terus-menerus mencari bukti baru untuk menginformasi mengenai pencegahan HIV. Dukungan dan pemberdayaan remaja, khususnya remaja putri, agar dapat menentukan dan menanggapi kerentanan mereka.

Melindungi hak remaja dan anak muda yang hidup dengan HIV untuk mendapatkan dukungan dan layanan yang bermutu.

Memastikan agar remaja yang paling berisiko terjangkau oleh program pencegahan, pengobatan, layanan perawatan dan dukungan HIV.

Menolak kekerasan seksual terhadap remaja putri dan para ibu.

Peningkatan perlindungan sosial yang peka terhadap masalah anak, bagian penting pada tanggapan bagi anak yang terdampak oleh AIDS.

Memperkuat kapasitas komunitas untuk menanggapi kebutuhan anak yang terdampak oleh AIDS dengan mencegah pemisahan keluarga dan meningkatkan mutu perawatan alternatif.

Memperkuat seluruh sistem agar manfaat yang diperoleh pada perempuan dan anak terdampak oleh AIDS dapat diperluas dan dipertahankan.

Memperbaiki pengumpulan dan analisis data untuk mencapai hasil bagi anak, dan menemukan celah ketidakseimbangan jangkauan dan akses pada layanan.

Ringkasan: AIDS-free generation of children achievable, says UN report

Sumber: UNICEF Unite for Children, Unite against AIDS. Children and AIDS: The fourth stocktaking report, November 2009.

FIGHT AGAINST AIDS , SAVE THE INDONESIA CHILDREN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: