Posted by: Indonesian Children | June 29, 2009

Menolong anak dengan HIV/AIDS

sumber : http://www.aegis.org/news/irin/2008/IR080417.html, UN Integrated Regional Information Network  

Sebagai seorang anak, Poel bingung mengapa dia sering sakit, mengapa dia selalu memiliki lesi dan mengapa dia terus-menerus merasa lelah. Sekarang jawabannya tampak jelas – orang tuanya meninggal akibat HIV/AIDS waktu dia masih sangat kecil. Tetapi bibinya yang merawatnya tidak pernah mengantarnya untuk melakukan tes dan statusnya baru diketahui setelah dia dirawat di rumah sakit karena TB waktu berusia 11 tahun.

“Mereka memberi saya obat,” Poel, yang tinggal di provinsi Khon Kaen di timur laut Thailand, dan sekarang berusia 18 tahun, mengatakan. “Tetapi pilnya sangat besar dan sulit ditelan. Pil tersebut dibuat untuk orang dewasa. Mereka harus memikirkan tentang anak-anak.”

Thailand sudah lama dijadikan contoh yang cemerlang tentang bagaimana kebijakan yang baik dapat membantu mencegah penyebaran HIV. Tetapi, Thailand tidak memperhatikan kebutuhan anak, contohnya Poel.

“Hanya menyediakan obat antiretroviral (ARV) tidak cukup,” dikatakan oleh Scott Barber, ketua HIV dari UN Children’s Fund (UNICEF) di Bangkok. “ARV hanya efektif apabila anak memakainya dan hal ini tergantung pada dukungan sosial dan pengurangan stigma serta diskriminasi.”

Dalam laporan baru-baru ini, UNICEF memperkirakan bahwa di seluruh wilayah Asia Timur dan kepulauan di Pasifik, kurang lebih 50.000 anak di bawah usia 15 terdampak oleh HIV atau AIDS. Kurang lebih 10.000 menerima ARV pada 2006 – 40% peningkatan sejak 2005.

Sebagai tambahan, lebih banyak negara mempunyai program nasional untuk mencegah penularan dari ibu-ke-anak dan lebih menekankan pada menolong anak yang terinfeksi.

Di Thailand, penularan dari ibu-ke-anak (MTCT) menurun secara bermakna dalam beberapa tahun terakhir, dengan 80% ibu hamil menerima ART. UNICEF mengatakan Fiji dan Malaysia melaporkan angka yang serupa. Tetapi di negara berkembang lain di Asia Pasifik, kurang dari 30% ibu hamil yang diobati.

Keberhasilan di Thailand adalah berkat pendekatan atas-ke-bawah yang dilakukan secara giat. Kampanye melawan HIV/AIDS yang dilakukan sejak lebih dari dua puluh tahun lalu dan termasuk layanan informasi masyarakat secara besar-besaran, upaya untuk menekankan penggunaan kondom di semua lokalisasi seks komersial dan pada 2003, komitmen pemerintah untuk menyediakan ARV secaramenyeluruh. Sedikitnya ada 600.000 orang terinfeksi HIV atau AIDS dan paling sedikit ada seorang anak yang dilahirkan dengan HIV di Thailand setiap hari.

Pada 2007, Thailand bergabung dengan negara tetangga se-ASEAN mengesahkan himbauan yang dibuat dalam Regional Consultation on Children and AIDS pada 2006 di Hanoi, untuk menempatkan anak sebagai pusat dalam melawan HIV.

Langkah kecil

“Bagi anak-anak, hal kecil dapat memberi perbedaan besar,” dikatakan oleh Chutima Salsaengjan, petugas sosial dari We Understand Group, LSM Thailand yang melaksanakan proyek seni dan drama untuk anak dengan HIV. “Penting untuk mengobati penyakit, tetapi penting juga untuk menolong anak-anak untuk bertahan.”

Bagi Poel, didiagnosis HIV-positif membawa aib dan kesepian. “Waktu warga di kampung saya mengetahuinya, mereka mulai mengutuk saya,” dia mengatakan.

Poel mengatakan dia melewatkan sebagian besar masa remajanya mengunci diri di kamar, terlalu takut untuk menghadapi dunia. Dia benci memakai obat dan melakukan tes darah secara rutin. Baru setelah dia bergabung dengan lokakarya seni dan drama yang dikelola oleh We Understand Group, hidupnya mulai berubah. Dia mengatakan dia didorong untuk mengekspresikan dirinya, berbagi tentang ketakutannya dan mencari dukungan dari anak lain yang juga terdampak oleh HIV.

Pengalamannya mengilhaminya untuk kembali ke sekolah dan baru-baru ini dia mulai mendampingi anggota lokakarya seni dan drama yang lebih muda dan remaja lain yang terinfeksi HIV.

“Saya senang menolong orang,” dia mengatakan, mengakui bahwa proses tersebut juga menolong dirinya sendiri.

 

 

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com 

https://childrenhivaids.wordpress.com/ 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: