Posted by: Indonesian Children | June 29, 2009

Cegah Penularan HIV ke Anak

sumber : VIVA NEWS

90% infeksi HIV pada bayi disebabkan penularan dari ibu. Kenali cara pencegahannya!

Infeksi HIV pada bayi, sebagian besar (90%) disebabkan penularan dari ibu, hanya sekitar 10% yang terjadi karena proses transfusi. Tanpa intervensi, risiko infeksi HIV dapat ditularkan selama kehamilan (intrauterin) 5-10%, selama melahirkan (intrapartum) 10-20%, dan setelah melahirkan 5-20%.

Penularan HIV/AIDS pada bayi, Menurut dr. Zakiudin Munasir, Dosen FKUI, salah satu pembicara dalam simposium HIV/AIDS dan Anak, di Hotel Borobudur, Jakarta, 22 Maret 2009, bisa terjadi saat kehamilan pada ibu yang terinfeksi HIV, dan pada ibu hamil yang hidup dengan pengidap HIV positif.

“Cara penularan dari ibu, kemungkinan pada saat melahirkan dan menyusui,” kata dr. Zakiudin menambahkan.

Dampak buruk penularan HIV dari ibu ke bayi dapat dicegah apabila HIV pada ibu terdeteksi secara dini. Setelah terdeteksi, penyakit tersebut dikendalikan, yaitu si ibu berperilaku hidup sehat dan mendapatkan obat antiretroviral (ARV) profilaksis secara teratur. Si ibu juga harus melakukan ANC (antenatal care) secara teratur, yaitu pemeriksaan selama kehamilan ke dokter.

Saat persalinan sebaiknya memilih proses persalinan sesar (seksio sesarea). Bayi yang telah lahir diberikan pengganti air susu ibu (susu formula) yang memenuhi persyaratan. Si ibu dengan HIV positif juga harus memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita secara ketat.

Dengan intervensi yang baik maka risiko penularan HIV dari ibu ke bayi sebesar 25-45% bisa ditekan menjadi kurang dari 2%. Menurut estimasi Departemen Kesehatan, setiap tahun terdapat 9.000 ibu hamil HIV positif yang melahirkan di Indonesia. Berarti jika tidak ada intervensi, di Indonesia diperkirakan akan lahir sekitar 3.000 bayi setiap tahunnya dengan HIV positif.

Karena itu, cegahlah sebelum menular. Pasalnya, infeksi HIV yang ditularkan dari ibu ini dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga anak mudah terkena infeksi berulang, seperti infeksi saluran cerna, infeksi jamur, infeksi tuberkulosis, dan lain sebagainya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat terganggu. Anak dengan HIV sering datang berobat karena infeksi diare berulang, infeksi jamur di mulut, tuberkulosis dengan gizi kurang, atau bahkan sampai gizi buruk.

 

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com 

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: