Posted by: Indonesian Children | June 7, 2009

Anak Dibawah Lima Tahun Mengidap HIV/AIDS

sumber : VIVAnews
Sadar HIV di kalangan pengguna narkoba suntik justru lebih tinggi daripada remaja.

 

Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Papua menyentuh titik genting. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional,  jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mimika, Papua hingga akhir 2008 mencapai 1.793 orang.

Sebanyak 1.440 orang mengidap HIV, sementara 353 orang positif AIDS. Tak hanya orang dewasa, virus mematikan itu juga menggerogoti anak-anak. “Jumlah anak di bawah umur 10 tahun yang sudah terinfeksi HIV sebanyak 39 orang,” kata Sekretaris Komisi AIDS, Nafsiah Mboi, seperti dikutip laman Departemen Komunikasi dan Informasi, Kamis 26 Februari 2009.

Sementara, untuk anak di bawah umur 15 tahun yang telah terinfeksi jumlahnya mencapai 55 orang. Dari data Departemen Kesehatan, 2, 7 persen anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia sudah terinfeksi HIV.

Itu baru data yang ketahuan. Steorotipe buruk pada penyakit HIV/AIDS membuat sebagian penderitanya memilih menutup diri dan merahasiakan penyakitnya. Data yang diketahui masyarakat hanya 10 persen dari jumlah riil pengidap. Sebab, diduga ada 230 ribu masyarakat Indonesia yang terinfeksi.

“Yang sudah terdeteksi HIV dan stadium AIDS saat ini sekitar 22 ribu orang, hal ini karena masih minimnya sarana untuk tes HIV/AIDS,” kata Nafsiah. Sadar HIV di kalangan pengguna narkoba suntik justru lebih tinggi daripada remaja. Perilaku seksual dari pemuda-pemudi di Indonesia belum berubah. “Kondisi ini terlihat dari masih rendahnya pemakaian kondom sejak 2002 hingga 2008,” ujar dia.

Jangan salah, kondom tak hanya dianjurkan untuk pasangan yang belum menikah. Suami-istri juga dianjurkan memakai alat kontrasepsi ini. “Apabila salah satu pasangannya suka membeli seks, maka akibatnya akan menularkan kepada istri/suami bahkan pada bayi,” tambah Nafsiah.

Menurut data Departemen Kesehatan RI, pada pertengahan 2008, tercatat , 17.998 kasus dengan jumlah penderita 6.130 HIV dan menyebabkan kematian 2.684 kasus. Dengan kelompok pengidap terbesar berusia 20-29 tahun. Sedangkan untuk penderita anak ODHA mencapai lebih dari 1000 orang.

Ancaman HIV/AIDS terus meningkat. Jika tak ditanggulangi, jumlah orang meninggal karena penyakit ini bisa meledak. Di China, misalnya, AIDS menjadi penyebab utama kematian.

Departemen Kesehatan China mengungkapkan 6.897 orang meninggal akibat penyakit ini sejak September 2008. “Penyebab kematian lainnya yaitu tuberkulosis, rabies, hepatitis, dan tetanus yang menyerang balita,” demikian dilaporkan kantor berita Xinhua pada Kamis, 19 Februari 2009.

 

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com 

https://childrenhivaids.wordpress.com/ 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: