Posted by: Indonesian Children | April 17, 2009

Infeksi HIV, serupa dengan merokok dan diabetes, berdampak terhadap pengerasan pembuluh darah

Source : http://www.aidsmap.com/en/news/0A3C5DA7-59D5-40E4-89B6-5CA19A4BBA59.asp

Infeksi HIV dapat meningkatkan keparahan aterosklerosis seperti faktor risiko kardiovaskular yang umum misalnya merokok dan diabetes. Temuan itu dilaporkan para peneliti dalam Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI) ke-16 di Montréal, Kanada.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Odha lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung, tetapi mekanisme yang mendasarinya tidak dipahami secara penuh. Aterosklerosis, atau “pengerasan pembuluh darah” akibat peradangan dan penumpukan karang (plaque), dapat mengakibatkan serangan jantung dan strok. Ada pertentangan pendapat tentang apakah HIV sendiri yang menyebabkan peningkatan risiko, ataukah akibat faktor risiko umum misalnya dampak terapi antiretroviral (ART) pada tingkat lipid dalam darah.

Karl Grunfeld dan rekan dari penelitian Fat Redistribution and Metabolism in HIV Infection (FRAM) mencoba menentukan apakah HIV merupakan faktor risiko yang independen terhadap aterosklerosis setelah mengendalikan beberapa faktor penting lain. FRAM merupakan penelitian secara terus-menerus tentang komplikasi metabolik penyakit HIV yang dilakukan di beberapa rumah sakit di AS.

Satu tanda pengganti yang umum dipakai untuk aterosklerosis tanpa gejala atau praklinis adalah ketebalan media intima (intima-mediathickness/IMT), sebuah cara untuk menilai penyempitan pembuluh darah dengan memakai ultrasound.

IMT karotid dapat diukur dengan dua cara: pada arteri karotid biasa atau pada yang disebut wilayah “bulb” yaitu ujung cabang arteri yang menuju arteri karotid internal yang menyalurkan darah ke otak. Bulb adalah daerah perputaran darah, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan aterosklerotik. Lebih sulit untuk mengukur IMT pada bulb karotid bagian dalam dibandingkan karotid biasa, tetapi hasilnya mungkin lebih tepat.

Dalam penelitian lintas seksi, para peneliti membandingkan IMT karotid – yang diukur pada karotid biasa dan bulb karotid bagian dalam – pada 433 peserta FRAM yang HIV-positif dan 5.749 orang HIV-negatif yang sehat dari penelitian Coronary Artery Risk Development In Young Adults (CARDIA) dan Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA).

Peserta FRAM rata-rata lebih muda dibandingkan populasi penelitian pada umumnya (49 banding 60 tahun) dan lebih banyak laki-laki (70% banding 47%). Sehubungan dengan faktor risiko kardiovaskular yang biasa, peserta FRAM kurang lebih dua kali lebih mungkin merokok saat ini (36% banding 15%) dan memiliki tingkat total kolesterol dan trigliserid rata-rata yang lebih tinggi, tetapi kemungkinan memiliki diabetes adalah lebih rendah (9% banding 14%).

Para peneliti menemukan bahwa pasien HIV-positif memiliki IMT karotid yang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan peserta yang HIV-negatif apabila diukur di dalam bulb karotid bagian dalam (1,17mm banding 1,06mm), walau perbedaan tersebut tidak mencapai tingkat yang bermakna secara statistik apabila dibandingkan dengan karotid biasa (0,88mm banding 0,86mm).

Setelah menyesuaikan terhadap usia, jenis kelamin, dan ras/etnisitas, perbedaan IMT adalah lebih besar secara bermakna pada bulb karotid bagian dalam dibandingkan dengan karotid biasa (0,19mm pada bulb karotid bagian dalam banding 0,043mm pada karotid biasa).

Setelah menyesuaikan lebih lanjut terhadap faktor risiko kardiovaskular yang biasa termasuk merokok, diabetes, tekanan darah tinggi dan tingkat lipid dalam darah, dampak infeksi HIV pada IMT karotid agak lebih rendah, tetapi tetap nyata. Sekali lagi, dampak tersebut lebih nyata pada bulb karotid bagian dalam dibandingkan pada karotid biasa (0,15mm pada bulb karotid bagian dalam banding 0,033 pada karotid biasa).

Dampak HIV pada aterosklerosis tampak agak lebih besar pada perempuan daripada laki-laki, khususnya apabila mengukur IMT pada bulb karotid bagian dalam.

Para peneliti memperkirakan bahwa walau telah menyesuaikan terhadap faktor risiko lain, infeksi HIV sendiri meningkatkan peningkatan aterosklerosis hampir sama banyaknya dengan faktor risiko biasa lainnya misalnya merokok, diabetes dan jenis kelamin laki-laki.

Dr. Grunfeld menjelaskan bahwa perbedaan IMT yang diukur dalam karotid biasa dibandingkan pada bulb karotid bagian dalam mungkin membantu menjelaskan hasil yang bertentangan dari penelitian sebelumnya, beberapa di antaranya menunjukkan bahwa HIV dan ART meningkatkan risiko aterosklerosis dan beberapa penelitian tidak melihat dampak tersebut. Walaupun lebih sulit, pengukuran IMT karotid pada bulb karotid bagian dalam lebih mungkin mengungkapkan dampak, dan dia menyarankan memakai kedua metode tersebut apabila dimungkinkan.

Dr. Grunfeld menngungkapkan bahwa risiko kardiovaskular pada Odha barangkali merupakan fenomena dari berbagai faktor yang melibatkan faktor induk dan virus. Tetapi dampak HIV adalah “sangat besar” – jauh lebih besar dibandingkan dampak kecil yang terkait dengan penggunaan ART tertentu – dan tentang pertanyaan apakah HIV itu sendiri terkait dengan aterosklerosis, dia mengatakan, “Saya kira semuanya sudah jelas.”

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: