Posted by: Indonesian Children | March 24, 2009

Pemberian ART saat kehamilan tidak meningkatkan risiko cacat lahir

   
   

sources : http://www.aidsmap.com/en/news/3DA4A24B-B5EF-4F94-9159-AEAF62B1E9EE.asp

Townsend CL et al. Antiretroviral therapy and congenital abnormalities in infants born to HIV-infected women in the UK and Ireland, 1990-2007. AIDS 23 (online edition), 2009.

selama kehamilan tidak meningkatkan risiko cacat lahir. Hal itu berdasarkan hasil sebuah penelitian besar yang diterbitkan dalam jurnal AIDS versi internet. Para peneliti dari Inggris dan Irlandia mengamati hasil pada lebih dari 8.000 kehamilan ibu yang HIV-positif selama lebih dari 17 tahun dan menemukan tingkat cacat lahir adalah sama dengan yang terlihat pada masyarakat umum.

Lebih lanjut, tidak ada jenis obat anti-HIV (ARV), termasuk efavirenz yang dikaitkan dengan peningkatan risiko cacat lahir. Efavirenz disarankan tidak dipakai selama kehamilan, khususnya pada tiga bulan pertama, karena temuan pada hewan percobaan memberi kesan ada risiko cacat lahir apabila janin yang sedang berkembang terpajan pada efavirenz.

ART mengurangi risiko penularan HIV dari ibu-ke-bayi secara bermakna. Namun, ada kekhawatiran bahwa ART selama kehamilan mungkin melibatkan risiko cacat lahir (teratogenesitas).

Penelitian pengamatan skala besar sebelumnya menemukan bahwa tidak ada peningkatan risiko cacat lahir apabila ART dipakai dalam triwulan pertama (tiga bulan) kehamilan, masa perkembangan janin yang dianggap paling rentan terhadap dampak obat. Namun ada laporan bahwa ART dengan AZT, ddI dan efavirenz mengakibatkan peningkatan risiko kelainan khusus.

Untuk membantu menjelaskan risiko cacat lahir terkait ART selama kehamilan, para peneliti mengamati rekam medis 8.242 kehamilan pada ibu yang HIV-positif di Inggris dan Irlandia antara 1990 dan 2007.

Seluruhnya ada 232 bayi (3%) lahir dengan kelainan, tetapi seperempat (59) hanya dengan kelainan kecil. Apabila para peneliti tidak memasukkan jumlah itu, tingkat kelainan saat lahir secara keseluruhan adalah 2%.

Tingkat cacat lahir adalah lebih rendah pada bayi yang lahir pada ibu berkulit hitam keturunan Afrika (3%) dibandingkan ibu yang berkulit putih (4%). Para peneliti menduga bahwa hal itu kemungkinan karena ibu dari etnis kulit putih lebih mungkin adalah pengguna narkoba suntikan.

Bayi dengan kelainan lebih mungkin lahir secara prematur dan adalah bayi laki-laki (3% banding 2% bayi perempuan). Hal itu karena tingkat kelainan kelamin yang lebih tinggi, misalnya testis yang tersembunyi pada bayi laki-laki.

ART selama kehamilan tidak meningkatkan risiko lahir dengan kelainan. Tingkat kelainan tersebut pada bayi dari ibu yang tidak menerima ART adalah 3%. Juga hanya 3% pada bayi yang ibunya memakai ART selama tiga bulan pertama kehamilan dan 3% pada bayi yang ibunya memakai ART lebih lambat selama kehamilan.

Para peneliti kemudian menyesuaikan hasil penelitian mereka dengan faktor pembaur yang mungkin pada ibu (etnisitas, penggunaan narkoba suntikan, dan kesehatan) dan menemukan bahwa hal itu tidak berdampak pada hasil: penggunaan ART maupun kapan mulai memakainya selama kehamilan tidak meningkatkan kelahiran dengan kelainan.

Selanjutnya, para peneliti mengamati untuk melihat apakah golongan ARV (NRTI, NNRTI atau PI) dihubungkan dengan peningkatan risiko lahir dengan kelainan. Analisis mereka tidak berhasil menemukan hubungan apapun.

Hubungan yang mungkin ada antara jenis ARV dan cacat lahir kemudian ditelitikan. Sejumlah 205 bayi dipajankan pada efavirenz dalam kandungan, terutama karena ibunya sudah memakai ART – atau mulai ART – sebelum mereka tahu bahwa mereka hamil. Di antara bayi yang terpajan selama triwulan pertama, tingkat kelainan adalah 2%. Jumlah itu tidak berbeda dengan tingkat kelainan (3%) yang diamati pada bayi yang terpajan pada ARV lain di awal kehamilan. Kelainan yang dilaporkan pada bayi yang terpajan pada efavirenz sejak awal kehamilan termasuk dua kasus testis yang tersembunyi, dua kasus panggul yang terlepas dan satu kasus hypertrophic pyloric stenosis (penyempitan usus, sering dikaitkan dengan muntah berat).

Tingkat kelainan di antara bayi yang terpajan pada ddI sejak dini adalah 3%. Para peneliti juga tidak berhasil menemukan hubungan apapun antara penggunaan AZT selama awal kehamilan dan peningkatan risiko kelainan.

Apabila para peneliti menganalisis jenis kelainan, mereka menemukan bahwa sebagian besar yang dilaporkan adalah jaringan otot (40), tungkai (32), jantung/peredaran darah (30), dan kelamin (22, termasuk sembilan kasus testis yang tersembunyi).

Tidak satu pun dari jenis kelainan tersebut yang dikaitkan dengan waktu penggunaan ART selama kehamilan.

“Tingkat kelainan bawaan secara keseluruhan adalah 2,8% (2,1% tidak termasuk cacat kecil) diamati pada keseluruhan populasi 8.200 bayi”, para peneliti menulis. Mereka menambahkan, “jumlah itu sesuai dengan perkiraan populasi nasional 2-3% untuk kelainan besar di Inggris”.

Para peneliti menekankan bahwa mereka tidak berhasil menemukan hubungan apa pun antara peningkatan risiko kelainan dan waktu penggunaan ART selama kehamilan, mereka juga tidak menemukan bahwa jenis atau golongan ARV tertentu meningkatkan risiko kelainan.

“Hasil itu menyediakan tambahan kepastian bahwa pajanan terhadap ART pada janin tidak menimbulkan risiko besar terhadap kelainan janin”, para peneliti menyimpulkan.

 

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: