Posted by: Indonesian Children | March 24, 2009

Jutaan anak dengan HIV di negara berkembang segera membutuhkan pengobatan

sources : http://www.kaisernetwork.org/daily_reports/rep_index.cfm?DR_ID=44012, Millions of Children Living With HIV/AIDS in Developing Countries Need Immediate Access to Treatment

 

Ada kebutuhan mendesak untuk menyediakan terapi antiretroviral (ART) yang dikembangkan untuk anak, termasuk pil yang lebih kecil dan terapi kombinasi serta pelatihan pengobatan yang ditingkatkan untuk menyediakan perawatan bagi anak HIV-positif di negara berkembang, berdasarkan pernyataan American Academy of Pediatrics (AAP) yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics edisi April 2007.

Terapi kombinasi yang mengandung tiga atau lebih obat antiretroviral (ARV) dapat mengurangi tingkat kematian terkait AIDS di antara anak sedikitnya lima kali dan memungkinkan 90 persen anak yang hidup dengan HIV bertahan hidup hingga dewasa, berdasarkan AAP, Reuters melaporkan. Sedikitnya 3,5 juta anak HIV-positif, kebanyakan di Afrika sub-Sahara, masih belum menjangkau pengobatan, dinyatakan dalam laporan. “Tidak tersedianya bentuk ARV yang tepat, mudah dipakai dan murah adalah halangan utama terhadap perawatan yang optimal untuk anak dengan HIV,” demikian dinyatakan, dengan tambahan, “Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk mencoba mengembangkan ARV bentuk sirop mungkin lebih baik dipakai untuk membuat pil yang ukurannya lebih kecil atau tablet yang dapat dibuat puyer, yang lebih mudah dibagikan, dikirim, disimpan dan diberikan pada anak.”

Walaupun kebanyakan kasus HIV anak adalah akibat penularan dari ibu-ke-bayi selama kehamilan, kelahiran atau menyusui, kurang dari 10 persen ibu hamil di seluruh dunia ditawarkan tes HIV, ART dan pilihan yang aman untuk menggantikan pemberian air susu ibu (ASI) segera setelah melahirkan, laporan mengatakan.

AAP juga menghimbau pengembangan pelatihan untuk petugas layanan kesehatan untuk mengajarkan bagaimana menyediakan layanan bagi anak HIV-positif. “Teknologi yang tepat untuk tes perlu disediakan secara lebih luas untuk mengetahui infeksi HIV pada bayi,” laporan mengatakan, dengan tambahan, “Pelatihan dokter dengan ketrampilan yang diperlukan untuk merawat anak dengan infeksi HIV dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah anak yang menerima ART” (Pediatrics, April 2007).

Pernyataan ini disepakati oleh berbagai organisasi internasional, termasuk WHO, Academy of Pediatrics India, Pediatric Association Amerika Latin dan Royal College of Pediatrics and Child Health Inggris. “Kami berharap pedoman ini … dapat menjadi panduan bagi industri farmasi tentang yang terbaik dan ke mana seharusnya menempatkan kemampuan mereka,” Peter Havens, ketua komite AIDS AAP mengatakan. Dia menambahkan bahwa pernyataan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran di antara pembuat keputusan dan bahwa dua undang-undang AS yang mendorong penelitian dan pengembangan ARV untuk anak harus disetujui kembali tahun ini. “Adalah penting bagi pembuat keputusan untuk mengetahui bahwa ini adalah masalah penting,” Havens mengatakan.

 

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: