Posted by: Indonesian Children | March 23, 2009

Formulasi dan Dosis Anti Retroviral Untuk Anak

Kombinasi lini pertama obat-obatan ART (anti retroviral therapy) yang terdiri dari 5 obat. Terdiri dari 3 obat golongan NRTI dan 2 obat golongan NNRTI. Rejimen yang sering dipakai adalah memakai 2 NRTI dan 1 NNRTI. Kelima obat ART itu adalah :

  • Zidovudin (AZT) à NRTI
  • Lamivudin (3TC) à NRTI
  • Stafudin (D4T) à NRTI
  • Nevirapin (NVP) à NNRTI
  • Efavirens (EFV) à NNRTI

Dari kelima obat tersebut dapat dibuat 4 pilihan rejiman pada lini pertama, yaitu :

  1. AZT-3TC-NVP
  2. AZT-3TC-EFV
  3. D4T-3TC-NVP
  4. D4T-3TC-EFV

Tidak diperkenankan untuk menggabungkan antara AZT dengan D4T atau menggabungkan NVP dengan EFV.

AZT – Zidovudin

AZT adalah analog thymidin dan merupakan obat HIV yang pertama kali ditemukan. Sampai saat ini masih diteruskan sebagai obat pilihan pertama pada terapi kronis HIV dan juga sebagai rejimen profilaksis. Obat ini juga dapat masuk dengan baik dalam SSP (susunan syaraf pusat). Efek samping yang paling sering muncul adalah myelotoxicity yang pada akhirnya akan menjadikan anemia berat pada pasien.

Nama Dagang
Retrovir : kapsul 100 mg dan 250 mg
Duviral : Bersama dengan lamivudin (300 mg AZT+150 mg 3TC)
Retrovir : syrup : 10 mg/ml
Retrovir : Botol infus 200 ml (10 mg/ml)
Combivir : Bersama dengan lamivudin (300 mg AZT+150 mg 3TC)
Trizivir : 300mg AZT+150mg 3TC + 300 mg ABC

Efek Samping
– Nausea
– Vomitus
– Sakit kepala
– Myalgia
– Macrocytic anemia
– Neutropenia (jarang)
– Peningkatan LDH, CPK, transaminase (jarang)
– Asidosis laktat (jarang)

Peringatan
Jangan mengkombinasikan dengan D4T.
Akan terdapat peningkatan myelotoksisitas jika digunakan bersama dengan obat-obatan myelosupresive lain, misalnya ganciclovir, kotrimoksasol, dapson, pirimetamin, interferon, sulfadiazin, amphoerisin B, ribavirin dan beberapa agen kemoterapi lain.
Anemia dapat terjadi bahkan setelah beberapa bulan setelah terapi.
Monitoring berkala bulanan meliputi hitung darah, transaminase, CPK dan bilirubin.
Keluhan gastrointestinal bisa diterapi secara simptomatis dan biasanya akan hilang dalam 2 atau 3 minggu.
AZT harus selalu diberikan sebagai slaah satu komponen dari profilaksis.

3TC – Lamivudin

Merupakan analog Cytidin yang sangat mudah ditoleransi oleh tubuh sehingga fek sampingnya paling sedikit. Resistensi pada lamivudin dapat terjadi dengan sangat cepat karane hanya membutuhkan satu mutasi saja di satu tempat (M184V). Obat ini juga efektif digunakan sebagai terapi hepatitis B.

Nama Dagang :
Hiviral : Tablet 150 mg
Epivir Tablet 150 mg atau 300 mg

Indikasi :
HIV dan hepatitis B

Dosis oral :
150 mg dua kali sehari
Dosis anak 4 mg/kg BB, maksimum 150 mg

Efek samping :
Sangat jarang ditemukan efek samping.
Fatigue, nausea, vomitur, diare, sakit kepala, insomnia, myalgia juga sangat jarang terjadi, kalaupun ada karena kombinasi dengan AZT dan ABC.
Polineuropathy periferal, laktit asidosis, anemia dan pankreatitis sangat jarang terjadi

D4T – Stavudin

Stavudin adalah analog thymidine. Toleransi dalam tubuh juga baik. Obat ini sudah sejak lama digunakan sebagai alternatif terhadap AZT. Obat ini dapat menimbulkan toksisitas mitokondrial berupa lipoatrofi, asidosis laktat, dan neuropathy perifer. Terutama jika digunakan sebagai kombinasi dengan ddI. Untuk itulah penggunaan jangka panjang D4T dan ddI tidak disarankan lagi saat ini.

Nama Dagang :

Stafir/Stavex 30 mg atau 40 mg

Dosis oral :

40 mg dua kali sehari jika BB lebih dari 60 kg

30 mg dua kali sehari jika BB kurang dari 60 kg

Efek samping :

Toksisitas mitokondrial dan lipoatrofi. Neuropathy perifer jika dikombinasikan dengan ddI.

Efek samping yang jarang : diare, nausea, sakit kepala, hepatic steatosis, pankreatitis

Efek samping yang sangat jarang : asidosis laktat (terutama jika dikombinasikan dengan ddI dan jika dipakai dalam kehamilan)

Peringatan :

Jangan dikombinasikan dengan AZT.

D4T kontraindikasi pada PNP.

Hindari penggunaan obat-obatan neurotoksik lainnya (etambutol, cisplatin, INH dan vincristine).

D4T bisa dikonsumsi dalam kondisi perut yang kosong.

NVP – Nevirapine

Nevirapine adalah obat ART yang paling sering diresepkan dalam golongan NNRTI. Obat ini juga berhasil digunakan sebagai profilaksis dalam program PMTCT (Prevention mother to child transmition). Mutasi dapat terjadi dengan sangat mudah karena hanya membutuhkan perubahan di satu titik DNA saja. Obat ini sangat mudah ditoleransi tubuh dan baik untuk digunakan sebagai terapi jangka panjang. Hepatotoksisitas mungkin saja dapat terjadi dalam bulan-bulan pertama pemberian obat. Peningkatan dosis sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Nama Dagang :

Neviral kaplet 200 mg

Viramune tablet 200 mg

Viramune suspensi 10 mg/ml

Dosis oral :

Satu tablet 200 mg dua kali sehari dengan atau tanpa makanan. Selalu dimulai dengan dosis lead-in dalam 2 minggu pertama ( 1 tablet sekali sehari). Lead in mungkin tidak begitu diperlukan jika obat dapat ditoleransi dengan baik. Peningkatan dosis disini untuk menghindari efek samping yang berat.

Efek samping :

Hepatotoksik dan Rash.

Lebih jarang : demam, nausea, drowsiness, sakit kepala, myalgia.

Peringatan :

Kontraindikasi untuk digunakan bersama-sama dengan rifampisin, ketoconazole.

Jika digunakan bersama dengan lopinavir mungkin perlu menaikkan dosis kaletra nya.

Jika digunakan bersama dengan indinavir naikkan dosis indinavir sampai 1000 mg 3x sehari.

Jika digunakan bersama methadone perlu menaikkan dosis methadone.

NVP sebaiknya tidak digunakag sebagai PEP.

EFV – Efaviren

Efaviren adalah golongan NNRTI yang juga sering digunakan selain NVP. Efek samping SSP merupakan masalah utama penggunaan obat ini.

Nama Dagang :

Stocrin kaplet 600 mg

Sustiva kaplet 600 mg

Dosis oral :

600 mg single dose sebelum tidur malam

Efek samping :

ESO pada SSP sering terjadi (mimpi buruk, bingung, dizzy, somnolen, depresi, gangguan konsentrasi, insomnia dan perubahan kepribadian. Gejala-gejala ini biasanya akan hilang dalam beberapa minggu

Peringatan :

Kontraindikasi pada perempuan hamil. Sebaiknya jangan digunakan pada perempuan usia reproduksi.

Kontraindikasi pada pemakaian derivat alkaloid ergot, astemizole, cisapride, midazolam, terfenadine, triazolam.

Sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan kontrasepsi.

Nama obat

Formulasi

Data farmakokinetik

Umur (berat badan), dosis dan frekuensi

Lain-lain

Nucleoside analogue reverse transcriptase inhibitors (NRTI) 

Zidovudine (AZT)

Sirup: 10 mg/ml

Kapsul: 100 mg, 250 mg

Tablet: 300 mg

Semua umur

     < 4 minggu: 4 mg/kg/dosis, 2x/hari

     4 minggu  to 13 tahun:
180-240 mg/m2/dosis,      2x/hari

     Dosis maksimal:
≥ 13 tahun: 300 mg/dosis, 2x/hari

    Untuk anak cukup besar pemberian dalam bentuk sirup akan menyebabkan volume terlalu besar, dan  tidak ditoleransi. Sirup harus disimpan dalam botol gelas dan sensitif terhadap cahaya

    Dapat diminum bersama makanan

    Dosis 600 mg/m2/dosis per hari untuk ensefalopati HIV

    Kapsul dapat dibuka, tablet dapat dibuat puyer, campur dengan makanan atau sedikit air (sirup stabil dalam suhu ruangan)

    Tidak boleh diberikan bersama d4T (antagonistik)

Lamivudine (3TC)

Sirup: 10 mg/ml

Tablet: 150 mg

Semua umur

     < 30 hari: 2 mg/kg/dosis, 2x/hari

     ≥ 30 hari atau < 60 kg:
4 mg/kg/dosis, 2x/hari

     Dosis  maksimal:
> 60 kg: 150 mg/dosis,     2x/hari

    Toleransi baik

    Dapat diberi bersama makanan

    Sirup stabil dalam suhu ruang, gunakan sampai 1 bulan setelah tutup dibuka

    Dapat dibuat puyer dan campurkan pada sedikit air sebelum diminumkan

Kombinasi tetap AZT plus 3TC (Duviral)

Tidak ada bentuk sirup

Tablet: 300 mg AZT plus 150 mg 3TC

Remaja dan dewasa

Dosis  maksimal:

     > 13 tahun atau > 60 kg: 1 tablet/dosis, 2x/hari (tidak untuk berat badan <30 kg)

    Sebaiknya tablet tidak dibelah

    Tablet dapat dihaluskan segera sebelum pemberian

    Bila berat <30 kg, AZT dan 3TC tidak dapat dihitung dengan tepat dalam sediaan tablet

Stavudine (d4T)

Sirup: 1 mg/m (tidak ada di Indonesia)

Kapsul: 30 mg, 40 mg

Semua umur

     < 30 kg: 1 mg/kg/dosis,    2x/hari

     30-60 kg: 30 mg/dosis,      2x/hari

     Dosis maksimal:
> 60 kg: 40 mg/dosis,       2x/hari

 

    Perlu volume yang besar

    Sirup harus disimpan di kulkas, stabil selama 30 hari, dalam botol gelas, perlu dikocok.

    Kapsul dapat dibuka dan dicampur air saat minum obat

    Tidak boleh dipakai bersama AZT (antagonistik)

Kombinasi tetap d4T plus 3TC

Tidak ada sediaan sirup (tdk ada di Indonesia)

Tablet: d4T 30 mg plus 3TC 150 mg; d4T 40 mg plus 3TC 150 mg

Remaja dan dewasa

Dosis  maksimal:

     30-60 kg: 1 tablet 30 mg d4T-based, 2x/hari

     ≥ 60 kg: 1 tablet 40 mg d4T-based, 2x/hari

Sebaiknya tablet tidak dibelah

 

Didanosine (ddI, dideoxyinosine)

Suspensi oral pediatrik: 10 mg/ml (tidak ada di Indonesia)

Tablet kunyah: 25 mg, 50 mg, 100 mg, 150 mg, 200 mg

Enteric-coated beadlets in capsules: 125 mg, 200 mg, 250 mg, 400 mg

Semua umur

    < 3 bulan: 50mg/m2/dosis, 2x/hari a

    3 bulan sampai < 13 th: 90-120 mg/m2/dosis,         2x/hari atau 240 mg/m2/dosis, sekali sehari

    Dosis maksimal:
≥13 thn atau > 60 kg: 200 mg/dosis, 2x/hari atau 400 mg, sekali sehari

    Suspensi harus disimpan di kulkas, stabil selama 30 hari dan kocok merata

    Diminum saat perut kosong, minimal 30 menit sebelum atau 2 jam sesudah makan

    Jika tablet dihancurkan dalam air, minimal 2 tablet forte harus larut untuk buffering yang adekuat

    Enteric-coated beadlets in capsules dapat dibuka dan ditaburkan pada makanan

Abacavir (ABC)

Sirup: 20 mg/ml

Tablet: 300 mg

Umur > 3 bulan

    < 16 tahun atau < 37.5 kg: 8 mg/kg/dosis, 2x/hari

    Dosis maksimal:
> 16 tahun atau ≥ 37.5 kg: 300 mg/dosis, 2x/hari

    Dapat dimakan bersama makanan

    Tablet dapat dihaluskan dan dicampur sedikit air untuk 

    Hati-hati dengan reaksi alergi (stop permanen bila timbul)

Kombinasi tetap AZT plus 3TC plus ABC

Tidak ada sediaan sirup

Tablet: AZT 300 mg plus 3TC 150 mg plus ABC 300 mg

 Tidak ada di Indonesia

Remaja dan dewasa

Dosis  maksimal:

     > 40 kg: 1 tablet/dosis, 2x/hari

 

    Sebaiknya tablet tidak dibelah

    Pada berat < 30 kg, AZT/3TC/ABC tidak dapat dihitung dengan tepat dalam sediaan tablet

    Hati-hati dengan reaksi alergi (stop permanen bila timbul)

Non-Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTI) 

Nevirapine (NVP)

Sirup: 10 mg/ml

Tablet: 200 mg

Semua umur

     15-30 hari: 5 mg/kg/dosis, sekali sehari 2 minggu, kemudian 120 mg/m2/dosis, 2x/hari 2 minggu, kemudian 200 mg/m2/dosis, 2x/hari

     30 hari-13 tahun: 120 mg/m2/dosis, sekali sehari 2 minggu, kemudian 120-200 mg/m2/dosis, 2x/hari

     Dosis maksimal:
> 13 tahun: 200 mg/dosis, sekali sehari 2 minggu, lalu 200 mg/dosis, 2x/hari

    Hindari penggunaan bersama rifampicin

    Sirup stabil dalam suhu ruangan, kocok dahulu

    Dapat diberi bersama makanan

    Dapat dibelah, dipuyerkan, waspada alergi (dosis jangan dinaikkan)

Efavirenz (EFV)

Sirup: 30 mg/ml (sirup membutuhkan dosis yang lebih tinggi dari kapsul)

Kapsul: 50 mg, 100 mg, 200 mg

Hanya untuk anak > 3 tahun atau berat > 10 kg

     Kapsul (sirup):
10-15 kg: 200 mg (270 mg = 9 ml) sekali sehari

     15 – < 20 kg: 250 mg (300 mg = 10 ml) sekali sehari

     20 – < 25 kg: 300 mg (360 mg = 12 ml) sekali sehari

     25 – < 33 kg: 350 mg (450 mg = 15 ml) sekali sehari

     33 – < 40 kg: 400 mg (510 mg = 17 ml) sekalis ehari

     Dosis  maksimal:
≥ 40 kg: 600 mg sekali sehari

    Isi kapsul dapat dibuka dan dicampur dengan minuman manis, tidak boleh diminum sesudah makan makanan sangat berlemak karena absorpsi dapat meningkat sampai 50%

    Diminum menjelang tidur, terutama 2 minggu pertama, untuk mengurangi efek samping susunan saraf pusat

Kombinasi tetap d4T plus 3TC plus NVP

Tidak ada sediaan sirup

Tablet: d4T 30 mg plus 3TC 150 mg plus NVP 200 mg ; d4T 40 mg plus 3TC 150 mg plus NVP 200 mg

Tidak ada di Indonesia

Remaja dan dewasa

Dosis  maksimal:

     30-60 kg: 1 tablet 30 mg d4T-based, 2x/hari

     ≥ 60 kg: 1 tablet 40 mg d4T-based, 2x/hari

    Sebaiknya tablet tidak dibelah

    Pada berat < 30 kg, d4T/3TC/NVP tidak dapat dihitung dengan tepat dalam sediaan tablet. Jika dibelah, dosis NVP inadekuat untuk anak yang lebih muda dan minimal dosis NVP harus 150 mg/m2, 2x/hari. Dosis optimun NVP 200 mg/m2, 2x/hari.

    Karena mengandung NVP, perlu peningkatan dosis

Protease inhibitors  

Nelfinavir (NFV)

Bubuk untuk suspensi oral (dicampur dengan air): 200 mg per satu sendok teh (5ml) (50 mg/1.25 ml)

Tablet: 250 mg (dapat  dibagi 2, dihaluskan, dicampur ke makanan atau dicampur air)

Semua umur.

Data farmakokinetik bervariasi pada bayi < 1 tahun, dosis mungkin lebih tinggi

     < 1 tahun: 50mg/kg/dosis, 3x/hari atau 75mg/kg/dosis, 2x/hari

     1 tahun – < 13 tahun: 55-65 mg/kg/ dosis, 2x/hari

     Dosis maksimal:
≥ 13 tahun: 1250 mg/dosis, 2x sehari

    Bubuk terasa manis, namun seperti pasir dan sulit larut, harus segera diaduk jika dicampur dengan air , susu atau puding, jangan menggunakan makanan asam (meningkatkan rasa pahit), solusi stabil dalam 6 jam. Karena persiapan yang susah, lebih dipilih tablet yang dihancurkan

    Dapat disimpan di suhu ruangan

    Minum bersama makanan

    Interaksi obat (lebih jarang dibandingkan ritonavir)

Lopinavir/ritonavir(LPV/r)

Sirup: 80mg/ml lopinavir plus 20 mg/ml ritonavir (mengandung alkohol 42%)

Kapsul: 133,3 mg lopinavir plus 33,3 mg ritonavir

> 6 bulan

     > 6 bulan – 13 tahun:
225 mg/m2 LPV/57,5 mg/m2 ritonavir,  2x/hari a 

    atau

     7-15 kg: 12mg/kg LPV/3 mg/kg ritonavir/dosis,      2x/hari

     15-40 kg: 10 mg/kg lopinavir/5 mg/kg ritonavir,  2x/hari

     Dosis maksimum:
> 40 kg: 400 mg LPV/100 mg ritonavir (3 kapsul atau 5 ml), 2x/hari

    Sebaiknya disimpan di lemari pendingin atau suhu ruang sampai 250C maksimal 2 bulan; bila >250C obat akan rusak lebih cepat

    Sirup rasanya pahit

    Ukuran kapsul besar, tidak boleh dibuka atau dihancurkan, dimakan bersama makanan

Saquinavir/r

Kapsul gel lunak : 200mg

Kapsul gel keras: 200 mg dan 500 mg

> 25 kg

Dosis dewasa yang dianjurkan adalah: SQV1000mg/RTV100mg,   2x/hari

Tidak ada dosis untuk anak, tetapi bila > 25 kg dapat digunakan dosis dewasa, jika mungkin dengan pemantauan kadar obat

 

Ukuran kapsul besar, tidak boleh dihancurkan atau dibuka, ditelan bersama makanan

 

 

Supported by

FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN

YUDHASMARA FOUNDATION

JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210

PHONE :62 (021) 70081995 – 5703646

Email : judarwanto@gmail.com

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com,

 

Copyright © 2009,  FIGHT AGAINST  AIDS, SAVE  INDONESIAN CHILDREN  Information Education Network. All rights reserved.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: