Posted by: Indonesian Children | January 14, 2009

ABSTRACT WATCH : Increased incidence of asthma in HIV-infected children treated with highly active antiretroviral therapy in the National Institutes of Health Women an

Peningkatan kejadian asma pada anak HIV-positif pengguna ART

.
  • Asma adalah penyakit peradangan saluran udara menyebabkan aliran udara dari dan ke luar paru menjadi terbatas. Otot pada cabang tenggorokan menjadi kaku dan dinding jalur udara membengkak, mengurangi aliran udara serta menimbulkan desah atau bunyi. Kejadian ini disebut serangan asma.
  • Ada kesepakatan secara luas bahwa pemulihan kekebalan atau pemulihan jumlah CD4 pada pasien HIV-positif yang diobati dengan ART tampak memicu penyakit peradangan yang sering disebut sindrom pemulihan kekebalan (immune reconstitution inflammatory syndrome/ IRIS).
    Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology edisi Juli 2008 ini, para peneliti berusaha menentukan apakah asma lebih banyak terjadi pada anak HIV-positif yang menerima ART daripada anak HIV-positif yang tidak menerima ART.
  • Penelitian ini melibatkan 2.664 anak (193 HIV-positif and 2471 HIV-negatif) yang lahir dari ibu yang HIV-positif di berbagai pusat Women dan Infants Transmission Study. Anak dinilai terhadap kejadian dan prevalensi asma (yaitu, penggunaan obat asma) dan perubahan jumlah CD4 selama beberapa waktu.
Hasil
  • Anak HIV-positif yang memakai ART memiliki persentase sel CD4 yang lebih tinggi, persentase sel CD8 yang lebih rendah serta viral load yang lebih rendah dibandingkan anak HIV-positif yang tidak diobati dengan ART (p <>
  • Kumulatif prevalensi asma pada anak HIV-positif yang diobati dengan ART pada usia 13,5 tahun meningkat menjadi 33,5% banding 11,5% pada anak HIV-positif yang tidak diobati dengan ART (rasio hazard 3,34; p = 0,01), dan serupa pada anak HIV-negatif.
  • Pada anak yang lahir sebelum era ART, prevalensi asma untuk anak HIV-positif yang diobati dengan ART pada usia 11 tahun adalah 10,4% banding 3,8% untuk anak HIV-positif yang tidak diobati dengan ART (rasio odds 3,38; p = 0,02), dan serupa pada anak HIV-negatif.
  • Tingkat perubahan jumlah CD4 waktu pertama kali memakai pengobatan asma adalah 0,81% per tahun anak HIV-positif yang diobati dengan ART, dibandingkan 1,43% per tahun pada anak HIV-positif yang tidak diobati dengan ART (p = 0,01).

Kesimpulan

Peningkatan kejadian asma pada anak HIV-positif yang diobati dengan
ART “mungkin dipicu oleh pemulihan kekebalan sel CD4.”

REFERENSI

  • Foster SB, McIntosh K, Thompson B, et all. Increased incidence of asthma in HIV-infected children treated with highly active antiretroviral therapy in the National Institutes of Health Women and Infants Transmission Study. Journal of Allergy and Clinical Immunology 122(1):159-65. July 2008.

Supported  by
FIGHT AGAINTS AIDS, SAVE INDONESIAN CHILDRENS

Yudhasmara Foundation

Working together against HIV and AIDS in Indonesia, Save our Children From HIV-AIDS

 

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

 

 

Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO

phone : 62(021) 70081995 – 62(021) 5703646, mobile : 0817171764

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Fight Against Aids, Save Indonesian Childrens Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: