Posted by: Indonesian Children | January 14, 2009

ABSTRACT WATCH : HIV Seroreversion Time in HIV-1–Uninfected Children Born to HIV-1–Infected Mothers in Malawi.

Masih efektifkah tes darah untuk HIV pada anak berusia 18 bulan yang
lahir dari ibu yang terinfeksi HIV
.
  • Usia seroreversi, saat antibodi dari ibu hilang dan terjadi perubahan status menjadi HIV-negatif, pada anak yang bebas HIV yang lahir dari perempuan Malawi yang terinfeksi HIV meningkat antara 1989 dan 2003. Hal ini berdasarkan temuan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes edisi 1 November 2007. Berdasarkan temuan ini, para peneliti berpendapat bahwa kebijakan tentang tes darah untuk HIV pada anak yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV perlu segera dikaji kembali.
  • Tes darah untuk HIV pada anak yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV dihambat karena adanya antibodi ibu yang menghasilkan hasil tes positif pada bayi yang tidak terinfeksi HIV. Berdasarkan pemahaman bahwa antibodi ini hilang pada usia 18 bulan, kebijakan yang berlaku saat ini menyarankan untuk melakukan tes antibodi anti-HIV IgG yang baku untuk menetapkan status HIV bayi pada usia ini.
  • Kebijakan ini dipertanyakan oleh penelitian ini karena di komunitas dengan endemi HIV prevalensi tinggi, antibodi HIV ibu mungkin bertahan lebih lama pada anak HIV-negatif yang terpajan dengan HIV. Hal ini mendukung kenyataan bahwa jangka waktu seroreversi rata-rata adalah lebih singkat pada penelitian yang dilakukan lebih dini pada epidemi HIV dibandingkan yang dilakukan lebih dini pada bukan anak Afrika.
  • Walaupun beberapa negara Afrika prevalensi HIV-nya sangat tinggi, saat ini belum ada informasi tentang hubungan antara prevalensi HIV dalam komunitas dan jangka waktu seroreversi pada anak di Afrika yang bebas HIV yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV. Untuk menangai masalah ini, tim peneliti AS dan Malawi menganalisis data tiga penelitian terdahulu tentang penularan HIV dari ibu-ke- bayi (mother-to-child transmission/MTCT) di Malawi.
  • Ketiga penelitian prospektif ini dilakukan di Queen Elizabeth Central Hospital di Blantyre, Malawi, tetapi pada waktu yang berbeda-beda, dari 1989-1991 (International Collaborative AIDS Research [ICAR]), dari 1993-1996 (HIV Network for Prevention Trials [HIVNET]), dan 2000-2003 (nevirapine (NVP)/AZT [NVAZ]). ICAR dan HIVNET menilai risiko MTCT sementara NVAZ menilai dampak profilaktik nevirapine dan AZT terhadap MTCT HIV.
  • Tes darah untuk antibodi HIV dalam ketiga penelitian ini dilakukan pada anak berusia antara 12 dan 24 bulan dengan memakai alat tes ELISA komersial dilanjutkan dengan tes Western blot sebagai konfirmasi pada semua bayi dengan hasil tes ELISA positif pada atau setelah usia 18 bulan.
  • Pada penelitian ICAR dan HIVNET baik ibu yang terinfeksi HIV maupun anak diberi terapi antiretroviral (ART). Pada NVAZ semua anak menerima profilaksis antiretroviral (ARV) jangka pendek dan beberapa ibu menerima profilaksis NVP dosis tunggal ketika melahirkan. Tidak ada ibu yang diberi ART setelah melahirkan.
  • Proporsi anak yang mengalami perubahan status dalam ketiga penelitian ini mewakili periode 1989-1991, 1993-1996, dan 2000-2003 dibandingkan untuk menentukan apakah terjadi kecenderungan seroreversi sementara pada usia 15, 18, dan 21 bulan. Model statistik dipakai untuk menilai hubungan antara berbagai faktor risiko dan seroreversi. Kecenderungan sementara dan odds seroreversi yang disesuaikan dibandingkan dengan anak yang lahir sebelum 1997 dan setelah 1999.
  • Analisi ini melibatkan 635 bayi dari ICAR, 459 dari HIVNET, dan 1.020 dari NVAZ. Tes ELISA dilakukan pada usia 15 bulan pada 40-87,5% anak, pada usia 18 bulan pada 92-99% anak, dan pada usia 21-24 bulan pada 97-99% anak pada ketiga penelitian.
  • Setelah beberapa waktu penurunan cenderung tetap terjadi pada proporsi anak yang mengalami seroreversi dengan kejadian tertinggi pada 1989 hingga 1991 dan terendah pada 2000 hingga 2003. Sebaliknya, proporsi anak pada usia 18 bulan yang masih memiliki antibodi dari ibu meningkat dari 0,2% antara 1989 dan 1991, 0,5% antara 1993-1996, menjadi 1,9% antara 2000 dan 2003. Kecenderungan ini serupa pada anak berusia 15 dan 21 bulan.
  • Serupa dengan penelitian sebelumnya pada bayi bukan Afrika, tidak ada hubungan yang bermakna antara berbagai faktor risiko misalnya jenis kelamin, usia kandungan, stadium AIDS ibu, kekurangan gizi atau menyusui. Tetapi, bayi yang lahir lebih berat mengalami perubahan status lebih awal.
  • Penelitian ini perlu segera dikonfirmasi di negara Afrika lain dengan endemi HIV prevalensi tinggi. Pedoman kebijakan tes darah untuk antibodi HIV pada usia 18 bulan yang berlaku saat ini harus segera diubah.

KESIMPULAN

Pada anak Afrika, antibodi ibu bertahan lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya, pada sebagian kecil namun bermakna anak yang lahir setelah 1999. Secara bermakna, kurang lebih dua persen anak Malawi yang berusia 18 bulan salah digolongkan sebagai HIV-positif dari tes darah.
REFERENSI

Gulia J et al. HIV Seroreversion Time in HIV-1–Uninfected Children Born to HIV-1–Infected Mothers in Malawi. J Acquir Immune Defic SynDr. 46: 332–337, 2007

Supported  by
FIGHT AGAINTS AIDS, SAVE INDONESIAN CHILDRENS

Yudhasmara Foundation

Working together against HIV and Aids in Indonesia, Save our Children From HIV-AIDS

 

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

 

 

Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO

phone : 62(021) 70081995 – 62(021) 5703646, mobile : 0817171764

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Fight Against Aids, Save Indonesian Childrens Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: