Posted by: Indonesian Children | January 14, 2009

ABSTRACT WATCH HIV-AIDS IN CHILDREN : Markers for predicting mortality in untreated HIV-infected children in resource-limited settings: a meta-analysis

Prediktor mortalitas anak HIV-positif di rangkaian terbatas sumber daya

Sebuah metaanalisis skala besar pertama tentang tanda prognosis pada anak HIV-positif di rangkaian terbatas sumber daya menyediakan penjelasan yang berharga tentang bagaimana memperbaiki perawatan untuk anak yang terinfeksi HIV. Penelitian ini, yang diterbitkan dalam jurnal AIDS edisi 2 Januari 2008, mendukung nilai prediktif persentase CD4 dan jumlah CD4 serta mengingatkan kembali kebutuhan untuk menyediakan tes yang terjangkau dan dapat dilakukan di negara berkembang. Penelitian ini menentukan bahwa ukuran pertumbuhan adalah prediktor yang berguna dan menekankan pentingnya menghadapi masalah yang tidak terkait HIV misalnya kekurangan gizi dan anemia pada anak HIV-positif.

Pada akhir 2006, hampir 90% dari kurang-lebih dua juta anak HIV-positif di seluruh dunia adalah dari Afrika sub-Sahara. Tanpa terapi antiretroviral (ART), anak Afrika yang lahir dengan HIV, rata-rata bertahan hidup dua tahun, dibandingkan dengan anak di Eropa dan AS yang bertahan hidup delapan hingga sepuluh tahun.

ART untuk anak menghadapi cukup banyak celah dalam pengetahuan, termasuk kapan memulai terapi di negara dengan keterbatasan akses pengobatan. Pedoman pengobatan anak WHO untuk rangkaian terbatas sumber daya sebagian besar berdasarkan data HIV Paediatric Prognostic Collaborative Study (HPPMCS), sebuah penelitian metaanalisis yang dilakukan di negara maju. Data serupa dari rangkaian terbatas sumber daya belum tersedia.

Penelitian 3Cs4kids di rangkaian
terbatas sumber daya

Untuk mulai menghadapi celah ini, penelitian Cross Continents Collaboration for Kids (3Cs4kids) melakukan analisis skala besar terhadap mortalitas di antara anak di rangkaian terbatas sumber daya. Tim peneliti ini terdiri dari para peneliti dari unit uji coba klinis MRC (MRC Clinical Trials Unit). Tim ini melakukan metaanalisis terhadap sepuluh penelitian (sembilan dari Afrika dan satu dari Brasil) yang melibatkan data membujur secara individu dari 2.510 anak. Para peneliti mengkaji manfaat tes laboratorium yang terpilih dan tanda pertumbuhan untuk memprediksi risiko kematian jangka pendek.

Para peneliti memasukkan tanda-tanda berikut ini: persentase CD4 (CD4%), jumlah CD4, limfosit total (TLC), Hb, berat badan-banding-usia, tinggi badan-banding-usia dan BMI-banding-usia. Hasil disesuaikan terhadap penggunaan kotrimoksazol yang diperkirakan mengurangi risiko kematian pada anak HIV-positif sebanyak 43%.

Median usia anak pada penilaian pertama adalah 4,0 tahun, dan median masa tindak lanjut per anak adalah 12,7 bulan. Median persentase CD4 adalah 15% dan median berat badan-banding-usia adalah skor-z –1,9 apabila dibandingkan dengan anak HIV-negatif di Inggris.

Secara keseluruhan, terjadi 357 kematian dari 3.769 anak-tahun yang berisiko. Setelah disesuaikan terhadap usia, profilaksis kotrimoxazol dan dampak penelitian, secara individu semua tanda memprediksi mortalitas dalam 12 bulan. Analisis statistik mengungkap bahwa persentase dan jumlah CD4 adalah prediktor terkuat, diikuti dengan berat badan-banding-usia, tinggi badan-banding-usia, Hb, BMI-banding-usia dan TLC.

Dalam analisis multivariat, berat badan-banding-usia dan Hb tetap menjadi prediktor yang kuat terhadap kematian, bahkan setelah dikontrol untuk persentase atau jumlah CD4. Sebaliknya, terjadi peningkatan secara tetap pada risiko terkait penurunan persentase atau jumlah CD4 pada angka berat badan-banding- usia dan Hb tertentu. Tetapi persentase dan jumlah CD4 kurang prediktif pada angka berat badan-banding-usia yang lebih rendah.

Membandingkan 3Cs4kids dengan
HPPMCS
Walaupun hasil dari penelitian 3Cs4kids secara umum mendukung hasil penelitian HPPMCS, ada beberapa perbedaan yang tercatat. Risiko kematian dalam 12 bulan yang diperkirakan berdasarkan persentase CD4, jumlah CD4 dan TLC umumnya lebih tinggi pada 3Cs4kids dibandingkan HPPMCS pada tanda angka dan usia manapun. Lebih lanjut, peningkatan pada risiko sebagaimana angka tanda menurun adalah lebih bertahap dan muncul pada ambang batas yang lebih tinggi pada 3Cs4kids.

Pedoman WHO saat ini menganjurkan bahwa keputusan untuk memulai terapi dituntun oleh stadium klinis atau pemantauan persentase dan jumlah CD4 atau TLC. Tetapi para peneliti mencatat, “Peningkatan tajam dan efek ambang terhadap risiko kematian terkait penurunan angka diamati pada penelitian HPPMCS, yang mempengaruhi pilihan ambang untuk memulai ART berdasarkan pedoman WHO adalah kurang jelas dalam penelitian 3Cs4kids. Oleh karena itu, persentase dan jumlah CD4 kurang efektif untuk membedakan antara tingkat mortalitas yang rendah dan tinggi pada anak di rangkaian terbatas sumber daya.

Berbeda dengan HPPMCS yang dilakukan di rangkaian negara maju yang menunjukkan bahwa nilai prognosis TLC adalah tinggi, TLC adalah prediktor yang kurang baik terhadap kematian anak di rangkaian terbatas sumber daya. TLC hanya mempertahankan dampak independen yang kecil setelah disesuaikan terhadap persentase atau jumlah CD4. TLC tidak mempunyai tambahan nilai prognosis apabila jumlah CD4 tidak diketahui.
Manfaat gizi

Penelitian 3Cs4kids juga menggarisbawahi pentingnya dukungan gizi serta pencegahan dan pengobatan anemia pada anak yang HIV-positif. Risiko kematian tetap tinggi terutama pada anak berusia satu hingga dua tahun yang kekurangan gizi atau anemia walaupun persentase atau jumlah CD4-nya tinggi. Di usia yang lebih tua, persentase atau jumlah CD4 lebih baik untuk menentukan anak berisiko rendah apabila berat badan-banding-usia dan Hb dimasukkan dalam penilaian.

Walau mengakui bahwa menentukan ambang untuk tanda ini adalah sulit karena keterkaitan hubungan yang rumit, para peneliti menyimpulkan bahwa “untuk perawatan yang efektif untuk anak HIV-positif di rangkaian terbatas sumber daya, pencegahan dan pengobatan kekurangan gizi atau anemia perlu dipadukan dalam penatalaksanaan klinis rutin.”

Tes laboratorium yang lebih baik
dibutuhkan
“Efek persentase dan jumlah CD4 yang kuat melampaui tanda lain menguatkan pentingnya akses pemantauan laboratorium yang murah,” para penulis penelitian menulis. Mereka juga mencatat bahwa, walau persentase dan jumlah CD4 mempunyai nilai prognosis yang serupa, jumlah CD4 sulit diartikan pada anak kecil karena penurunan secara bermakna pada awal kehidupannya. “Oleh karena itu dukungan dana untuk teknologi persentase CD4 yang ada saat ini dan pengembangan teknologi yang lebih terjangkau dan praktis adalah prioritas,” mereka mendesak.

Mendukung pedoman
Sesuai dengan pedoman saat ini, penelitian 3Cs4kids mendukung penggunaan persentase dan jumlah CD4 sebagai prediktor terhadap risiko kematian jangka pendek. Para peneliti menambahkan bahwa semua uji coba terhadap strategi memulai pengobatan di Afrika harus menyertakan tanda pertumbuhan dan Hb serta masa perawatan dan pengobatan gizi serta ART harus diperjelas.

SPECIAL REFERENCE

Markers for predicting mortality in untreated HIV-infected children in resource-limited settings: a meta-analysis. AIDS 22:97 – 105, 2008.

Supported  by
FIGHT AGAINTS AIDS,
SAVE INDONESIAN CHILDRENS

Yudhasmara Foundation

Working together against HIV and AIDS in Indonesia, Save our Children From HIV-AIDS

 

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://childrenhivaids.wordpress.com/

 

 

 

Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO

phone : 62(021) 70081995 – 62(021) 5703646, mobile : 0817171764

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Fight Against Aids, Save Indonesian Childrens Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: