Posted by: Indonesian Children | January 13, 2009

HIV AIDS : THE FUTURE DISEASE IN INDONESIAN CHILDREN

HIV AIDS PENYAKIT MASA DATANG PADA ANAK INDONESIA

Dua puluh tahun lalu ketika berita HIV/ (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) merebak di luar negeri hanya mendengar ceritanya saja masyarakat Indonesia sudah panik. Sekarang sudah mulai banyak penderita hidup di sekitar kita, masyarakat seakan sudah tidak peduli. Bila tidak ditangani dengan baik maka tidak mustahil sepuluh tahun mendatang masyarakat akan terbiasa hidup dengan penderita AIDS di lingkungannya bahkan di dalam rumahnya.
Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah infeksi virus yang secara progresif menghancurkan sel-sel darah putih dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). AIDS adalah penyakit fatal yang merupakan stadium lanjut dari infeksi HIV. Infeksi oleh HIV biasanya berakibat pada kerusakan sistem kekebalan tubuh secara progresif, menyebabkan terjadinya infeksi oportunistik di berbagai bagian tubuh tertentu. Gejala umum yang sering terjadi pada anak adalah diare berkepanjangan, sering mengalami infeksi atau demam lama, tumbuh jamur di mulut, badan semakin kurus dan berat badan terus turun. Serta gangguan sistem dan fungsi organ tubuh lainnya yang berlangsung kronis atau lama. Secara primer HIV dan AIDS terjadi pada dewasa muda, tapi jumlah anak-anak dan remaja yang terkena semakin bertambah jumlahnya.

AIDS/HIV dahulu
Infeksi HIV/AIDS pertama kali dilaporkan di Amerika pada tahun 1981 pada orang dewasa homoseksual, sedangkan pada anak tahun 1983. Sejak itu laporan jumlah AIDS di Amerika makin lama makin meningkat.
Berita tersebut ternyata sudah santer diberitakan di Indonesia. Mendengar berita penyakit yang menghebohkan dan sangat berbahaya ini masyarakat sudah sangat cemas. Saking “fobi”nya, penulis pernah mengalami kejadian sekitar tahun 1985 ketika ada turis “bule” lewat di lingkungan padat di daerah kota Surabaya, terdengar teriakan sebagian penduduk meneriakkan “awas AIDS…..AIDS…..!” Mungkin si “bule” hanya bisa mengelus dada, memaklumi bahwa saat itu masyarakat Indonesia memang sangat takut akan penyakit itu. Bahkan sebagian masyarakat saat itu yakin bahwa AIDS tidak akan masuk di Indonesia karena budaya orang Indonesia berbeda dengan orang Barat.
Di Indonesia menurut data departemen kesehatan kasus HIV/AIDS pertama kali dilaporkan tahun 1987 sebanyak 9 orang. Enam tahun berselang setelah pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat. Ternyata akhirnya penyakit AIDS masuk juga ke Indonesia, padahal saat sebelumnya ada yang menganggap AIDS tidak bisa masuk ke Indonesia.

Saat sekarang
Sejak dimulainya epidemi HIV, AIDS telah mematikan lebih dari 25 juta orang; lebih dari 14 juta anak kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya akibat AIDS. Setiap tahun diperkirakan 3 juta orang meninggal karena AIDS; 500,000 diantaranya adalah anak di bawah umur 15 tahun. Setiap tahun pula terjadi infeksi baru pada 5 juta orang terutama di negara terbelakang dan berkembang;
Di seluruh dunia, AIDS menyebabkan kematian pada lebih dari 8,000 orang setiap hari saat ini, yang berarti 1 orang setiap 10 detik. Karena itu infeksi HIV dianggap sebagai penyebab kematian tertinggi akibat satu jenis agen infeksius. Kasus infeksi HIV terbanyak pada orang dewasa maupun anak-anak tertinggi di dunia adalah di Afrika terutama negara-negara Afrika Sub-Sahara.
Meskipun saat ini tingkat prevalens HIV masih tergolong rendah di Asia Tenggara, tetapi pertumbuhan prevalensnya saat ini paling tinggi sedunia. Penyebabnya adalah jumlah populasi yang besar, kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan stigmatisasi sosial.
Menurut sumber Direktorat Jendral PPM & PL Departemen Kesehatan RI kasus HIV/AIDS di Indonesia setiap tahunnya terus menunjukkan kecenderungan meningkat sejak tahun 1996 dilaporkan sebanyak 105 orang pertahun sehingga sampai puncaknya tahun 2006 sebanyak 1.517 orang pertahun. Meskipun tampaknya tahun 2007 tampak sedikit kecenderungan berkurang, hingga akhir september dilaporkan 1.020 orang. Jumlah kumulatif sejak tahun 1987 hingga September 2007 terdapat 10.384 penderita AIDS dan 5.904 orang penderita HIV,

HIV/AIDS penyakit masa datang
Meskipun perkembangan tehnologi dan pengetahuan kedokteran telah berkembang sangat pesat, tetapi hingga saat ini masih belum ditemukan vaksin atau obat yang menyembuhkan AIDS. Hal inilah yang membuat para ahli masih belum dapat memprediksi secara tepat bagaimana gambaran perkembangan kasus HIV/AIDS di masa mendatang.
Saat ini hanya sebagian kecil rumah sakit yang dijadikan pusat rujukan penderita. Tenaga dokter dan paramedis yang punya ke ahlian dan pengalaman tentang penyakit ini tidak banyak. Mungkin karena jumlah penderita belum banyak. Di daerah yang paling tinggi kasusnya seperti di Papua didapatkan 6 penderita per 10.000 penduduk sedangkan yang paling sedikit adalah di kalimantan tengah hanya 3 per 1.000.000 penduduk. Sedangkan di Sulawesi Barat hingga saat ini belum ditemukan kasus penderita. Tetapi gambaran ini bisa jadi berubah drastis bila manusia tidak melakukan tindakan nyata dalam pencegahan AIDS.
Infeksi HIV/AIDS yang sangat cepat penularannya tersebut bila tidak ditangani dengan baik tidak mustahil di masa datang akan menjadi malapetaka di Indonesia. Bila hal itu terjadi tidak mustahil bila nantinya semua rumah sakit di Indonesia diharuskan merawat penderita HV/AIDS karena banyaknya kasus hingga rumah sakit rujukan tidak bisa menampung pasien. Bukannya tidak mungkin nantinya departemen kesehatan akan kehabisan dana hanya untuk mengurus penderita AIDS. Di masa mendatang bukannya tidak mungkin penderita AIDS ada berada di lingkungan kerja kita, bahkan lingkungan di dalam rumah atau anggota keluarga.
Juga bukan sesuatu yang mustahil, di masa mendatang setiap sekolah bahkan setiap kelas ada 1 atau 2 penderita HIV/AIDS usia anak. Hal ini bisa terjadi apabila pencegahan vertikal dari ibu hamil kepada anak tidak dapat dikendalikan lagi. Tidak bisa dibayangkan bahwa nantinya kita tidak tahu bahwa anak kita nantinya ternyata berteman akrab dengan penderita AIDS. Meskipun penderita AIDS sebenarnya tidak perlu dikucilkan. Saat ini HIV/AIDS masih menjadi penyakit menular yang paling utama di dunia., Mungkin saja di masa mendatang, bukan hanya diantara penyakit menular tetapi penyakit nomer wahid diantara semua penyakit.

Fenomena tesebut bukanlah sesuatu yang tak mungkin terjadi bila mulai dari saat ini manusia tidak melakukan tindakan pencegahan HIV/AIDS dengan baik. Kapan tindakan itu harus dilakukan, waktunya adalah sekarang. Siapa yang harus melakukan, yang bertanggung jawab adalah semua lapisan masyarakat tidak terkecuali. Pencegahan terbaik adalah hentikan segera kehidupan sex bebas/menyimpang, stop narkoba dan periksa secara rutin bila termasuk dalam faktor resiko. Jangan sampai manusia mewariskan bencana paling dasyat di muka bumi ini kepada anak cucunya, hanya karena penyakt HIV/AIDS.

 

 

Supported  by
FIGHT AGAINTS AIDS, SAVE INDONESIAN CHILDRENS

Yudhasmara Foundation

Working together against HIV and Aids in Indonesia, Save our Children From HIV-AIDS

 

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

 

Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO

phone : 62(021) 70081995 – 62(021) 5703646, mobile : 0817171764

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Fight Against Aids, Save Indonesian Childrens Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: